Friday, October 09, 2009

Aanwijzing (Benar gak sih spealling-nya ???)

Huwaa-huwaaa-huuwaaaaa!!!!
Aku panik!!! Benar-benar panik!!! (Lebay Mode: ON)
Gimana ngga, kupikir aanwijzing pekerjaan teleconference masih lama ternyata bentar lagi. Hari selasa lebih tepatnya. Jadi tersisa 4 hari dengan hari jum'at ini untuk menyelesaikan penilaian teknis. Huuuwaaa...

Semangat Yayuk!!!

Baca-baca dan browsing di internet tentang aanwijzing (bukan aanwitjzing seperti yang selama ini kukira :D) memiliki pengertian merupakan tahap dalam sebuah tender dalam memberikan penjelasan mengenai pasal-pasal dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat dan TOR (Term of References) --> mau lihat sumber silahkan klik disini. Pokoknya tempatnya peserta tender nanya ke bohir (pemilik pekerjaan) mengenai kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan dan spesifikasi yang digunakan dan dijadikan sebagai acuan dalam membuat penawaran.

Cuman terkadang suka bingung juga sebagai bohir apalagi kalau pekerjaannya adalah untuk yang pertama kali dilakoni dan peserta tendernya adalah perusahaan2 yang udah master di pekerjaan ini, yang ada kami bermodalkan pede aja, sok tahu dan sebagainya. Kan yang punya hajat, celetuk salah satu teman ketika ku tanya tips n trik menghadapi persoalan diatas. Hehehehe...benar juga sih.

Jadi, jangan heran sewaktu aanwijzing banyak peserta tender bilang Spesifikasi teknis kita mengarah ke produk tertentu, padahal nauzubillah min dzalik dech, gak ada niatan sama sekali. Hanya saja suka gak sadar waktu buat RKS dan TOR kita terlalu terlena dengan 1 produk, yaa semacam kesemsem gitu dech. Makanya diperlukan berbagai macam referensi produk bukan hanya 1 tapi 3-4 produk (aku biasanya begitu sih, soalnya takut dipanggil polisi...hihihihi).

Penyakit dipanggil polisi pun menjadi momok yang menakutkan bagi orang2 yang sering pengadaan, kenapa tidak, lha kalau ada yang gak senang dengan proses tender kita mereka kan dengan gampangnya melaporkan, gak rugi material apapun sedangkan kita yang dilaporkan udah rugi jiwa dan raga ditambah lagi rasa malu dan pikiran menakutkan atas penjara. Trus kalau tidak terbukti yang melaporkan bisa melenggang begitu saja, gak kena sanksi merugikan untuk pihak yang dilaporkan. Enak sekali jadi pelapor!!! Saya benci sekali sistem peradilan seperti itu! Seharusnya kalau tidak terbukti, mereka harus masuk penjara atau paling ngga membayar ganti rugi material dan non-material terhadap yang dilaporkan, biar adil!!!

tapiiii, sebagai seseorang yang berusaha hidup jujur dan lurus-lurus saja ngapain takut. Kalau kita tidak bermain dalam pengadaan mereka pun tidak bisa membuktikan. Dengan syarat semua prosedur pengadaan barang dan jasa di negeri kita ini kita jalani sebaik-baiknya. Simpan semua dokumen pendukung, dokumen surat-menyurat, dsbnya. RKS dan TOR pun buatlah sebaik mungkin, jangan mengarah pada 1 produk. Saat penilaian pun buatlah setransparan mungkin sehingga tidak membuat orang bertanya2.

Huuffff, berkeringat! Bagaimana? Sudah pusing? Tertarik jadi orang pengadaan? Beberapa hal yang pasti, Jadi orang pengadaan itu harus punya integritas dan tekad baja untuk hidup dijalur lurus dan niat ikhlas melakukan pekerjaan ini karena ALLAH SWT.

Walau bukan orang pengadaan, saya sangat salut pada teman2 yang berada dalam Unit Biro Pengadaan kami. Mereka orang2 hebat!!! 4 jempol untuk kalian.

Ditulis di kantor saat mulai panik mengerjakan Pentek (duuuuhhh sempat2nyaaa...)

2 comments:

Agam said...

maksih ya info'a. bisa membatu tugas aq ne....

salam kenal ja. agamblog

boim said...

Aku ikut aanweijzing pertama. Bingung gak tau istilah ² yg dpake....JOR..KAK...soalnya baru prtama masuk keerja dsuruh aanwijzing...